Di lampung, tepatnya di Jln. Wolter Monginsidi. Ada seorang wanita cantik bernama elysa. Namun sayang walaupun berparas menarik, dia memiliki sifat jelek yakni malas. Karena saking malasnya, teman-teman nya memanggilnya dengan sebutan keledai.
Suatu hari elysa ini bertemu dengan seorang pria ganteng (harus ganteng, kalau ga, ceritanya ga bakalan masuk akal). Darah ditubuh elysa berdesir, hatinya berdegup kencang, elysa merasakan suatu hal yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Elysa tidak tahu bahwa dia telah terkena panah asmara cupid. Dia telah jatuh cinta.
Setelah pertemuan dengan pria ganteng itu (seperti raffi ahmad). Elysa jadi susah tidur dan susah buang air besar. Hal ini sangat menyiksa dirinya. Lalu karena sudah tidak tahan, elysa pergi menemui teman-temannya dan bertanya apa yang telah terjadi dengan tubuhnya.
Dalam perjalanan menuju ke rumah salah satu temannya. Elysa bertemu dengan seorang kakek tua renta yang terduduk ditepi jalan. Kemudian kakek itu berkata "nak, tolong beri kakek makan, kakek lapar sekali, sudah 4 hari tidak makan, tolong nak". Elysa ini adalah manusia yang selain malas juga tidak punya perasaan, tidak peduli dengan lingkungan.
Jangankan kasihan, melihat rupa kakek itu saja dia sudah jijik dan pengen meludah. Namun tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memberikan kakek itu roti dan sebotol air putih. Elysa kaget, ternyata laki-laki itu adalah pria yang dia temui sebelumnya, orang yang membuat dia susah makan dan buang air besar.
Laki-laki tersebut melihat ke arah elysa, menyapanya dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Elysa segera menyambut uluran tangan tersebut dengan hati yang bahagia. Dia lupa bahwa tangan itu bekas memegang kakek yang kotor tadi. Cinta telah menyembuhkan salah satu penyakit hati elysa. hahaha ..
Elysa pulang kerumah lalu akhirnya dia bisa makan dan buang air besar sepuasnya. bersambung ...